Custom Search

Archives

Categories

Tag Cloud

Tausiyah Quraish Shihab

Berikut tausiyah dari Guru kita Quraish Shihab

Quraish_Shihab

Muhammad Quraish Shihab

Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab (lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, 16 Februari 1944; umur 65 tahun) adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Qur’an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII (1998).

Karir

Nama lengkapnya adalah Muhammad Quraish Shihab. Ia lahir tanggal 16 Februari 1944 di Rapang, Sulawesi Selatan.[1] Ia berasal dari keluarga keturunan Arab yang terpelajar. Ayahnya, Prof. Abdurrahman Shihab adalah seorang ulama dan guru besar dalam bidang tafsir. Abdurrahman Shihab dipandang sebagai salah seorang ulama, pengusaha, dan politikus yang memiliki reputasi baik di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan. Kontribusinya dalam bidang pendidikan terbukti dari usahanya membina dua perguruan tinggi di Ujungpandang, yaitu Universitas Muslim Indonesia (UMI), sebuah perguruan tinggi swasta terbesar di kawasan Indonesia bagian timur, dan IAIN Alauddin Ujungpandang. Ia juga tercatat sebagai rektor pada kedua perguruan tinggi tersebut: UMI 1959 – 1965 dan IAIN 1972 – 1977.

Sebagai seorang yang berpikiran progresif, Abdurrahman percaya bahwa pendidikan adalah merupakan agen perubahan. Sikap dan pandangannya yang demikian maju itu dapat dilihat dari latar belakang pendidikannya, yaitu Jami’atul Khair, sebuah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Murid-murid yang belajar di lembaga ini diajari tentang gagasan-gagasan pembaruan gerakan dan pemikiran Islam. Hal ini terjadi karena lembaga ini memiliki hubungan yang erat dengan sumber-sumber pembaruan di Timur Tengah seperti Hadramaut, Haramaian dan Mesir. Banyak guru-guru yang di¬datangkarn ke lembaga tersebut, di antaranya Syaikh Ahmad Soorkati yang berasal dari Sudan, Afrika. Sebagai putra dari seorang guru besar, Quraish Shihab mendapatkan motivasi awal dan benih kecintaan terhadap bidang studi tafsir dari ayahnya yang sering mengajak anak-anaknya duduk bersama setelah magrib. Pada saat-saat seperti inilah sang ayah menyampaikan nasihatnya yang kebanyakan berupa ayat-ayat al-Qur’an. Quraish kecil telah menjalani pergumulan dan kecintaan terhadap al-Qur’an sejak umur 6-7 tahun. Ia harus mengikuti pengajian al-Qur’an yang diadakan oleh ayahnya sendiri. Selain menyuruh membaca al-Qur’an, ayahnya juga menguraikan secara sepintas kisah-kisah dalam al-Qur’an. Di sinilah, benih-benih kecintaannya kepada al-Qur’an mulai tumbuh.[2]

Pendidikan formalnya di Makassar dimulai dari sekolah dasar sampai kelas 2 SMP. Pada tahun 1956, ia di kirim ke kota Malang untuk “nyantri” di Pondok Pesantren Darul Hadis al-Faqihiyah. Karena ketekunannya belajar di pesantren, 2 tahun berikutnya ia sudah mahir berbahasa arab. Melihat bakat bahasa arab yg dimilikinya, dan ketekunannya untuk mendalami studi keislamannya, Quraish beserta adiknya Alwi Shihab dikirim oleh ayahnya ke al-Azhar Cairo melalui beasiswa dari Propinsi Sulawesi, pada tahun 1958 dan diterima di kelas dua I’dadiyah Al Azhar (setingkat SMP/Tsanawiyah di Indonesia) sampai menyelasaikan tsanawiyah Al Azhar. Setelah itu, ia melanjutkan studinya ke Universitas al-Azhar pada Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir dan Hadits. Pada tahun 1967 ia meraih gelar LC. Dua tahun kemudian (1969), Quraish Shihab berhasil meraih gelar M.A. pada jurusan yang sama dengan tesis berjudul “al-I’jaz at-Tasryri’i al-Qur’an al-Karim (kemukjizatan al-Qur’an al-Karim dari Segi Hukum)”. Pada tahun 1973 ia dipanggil pulang ke Makassar oleh ayahnya yang ketika itu menjabat rektor, untuk membantu mengelola pendidikan di IAIN Alauddin. Ia menjadi wakil rektor bidang akademis dan kemahasiswaan sampai tahun 1980. Di samping mendududki jabatan resmi itu, ia juga sering mewakili ayahnya yang uzur karena usia dalam menjalankan tugas-tugas pokok tertentu. Berturut-turut setelah itu, Quraish Shihab diserahi berbagai jabatan, seperti koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VII Indonesia bagian timur, pembantu pimpinan kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental, dan sederetan jabatan lainnya di luar kampus. Di celah-celah kesibukannya ia masih sempat merampungkan beberapa tugas penelitian, antara lain Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia (1975) dan Masalah Wakaf Sulawesi Selatan (1978).

Untuk mewujudkan cita-citanya, ia mendalami studi tafsir, pada 1980 Quraish Shihab kembali menuntut ilmu ke almamaternya, al-Azhar Cairo, mengambil spesialisasi dalam studi tafsir al-Qur’an. Ia hanya memerlukan waktu dua tahun untuk meraih gelar doktor dalam bidang ini. Disertasinya yang berjudul “Nazm ad-Durar li al-Biqa’i Tahqiq wa Dirasah (Suatu Kajian dan analisa terhadap keotentikan Kitab Nazm ad-Durar karya al-Biqa’i)” berhasil dipertahankannya dengan predikat dengan predikat penghargaan Mumtaz Ma’a Martabah asy-Syaraf al-Ula (summa cum laude).

Pendidikan Tingginya yang kebanyakan ditempuh di Timur Tengah, Al-Azhar, Cairo ini, oleh Howard M. Federspiel dianggap sebagai seorang yang unik bagi Indonesia pada saat di mana sebagian pendidikan pada tingkat itu diselesaikan di Barat. Mengenai hal ini ia mengatakan sebagai berikut: “Ketika meneliti bio¬grafinya, saya menemukan bahwa ia berasal dari Sulawesi Selatan, terdidik di pesantren, dan menerima pendidikan ting¬ginya di Mesir pada Universitas Al-Azhar, di mana ia mene¬rima gelar M.A dan Ph.D-nya. Ini menjadikan ia terdidik lebih baik dibandingkan dengan hampir semua pengarang lainnya yang terdapat dalam Popular Indonesian Literature of the Quran, dan lebih dari itu, tingkat pendidikan tingginya di Timur Tengah seperti itu menjadikan ia unik bagi Indonesia pada saat di mana sebagian pendidikan pada tingkat itu diselesaikan di Barat. Dia juga mempunyai karier mengajar yang penting di IAIN Makassar dan Jakarta dan kini, bahkan, ia menjabat sebagai rektor di IAIN Jakarta. Ini merupakan karier yang sangat menonjol”.[3]

Tahun 1984 adalah babak baru tahap kedua bagi Quraish Shihab untuk melanjutkan kariernya. Untuk itu ia pindah tugas dari IAIN Makassar ke Fakultas Ushuluddin di IAIN Jakarta. Di sini ia aktif mengajar bidang Tafsir dan Ulum Al-Quran di Program S1, S2 dan S3 sampai tahun 1998. Di samping melaksanakan tugas pokoknya sebagai dosen, ia juga dipercaya menduduki jabatan sebagai Rektor IAIN Jakarta selama dua periode (1992-1996 dan 1997-1998). Setelah itu ia dipercaya menduduki jabatan sebagai Menteri Agama selama kurang lebih dua bulan di awal tahun 1998, hingga kemudian dia diangkat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk negara Republik Arab Mesir merangkap negara Republik Djibouti berkedudukan di Kairo.

Kehadiran Quraish Shihab di Ibukota Jakarta telah memberikan suasana baru dan disambut hangat oleh masyarakat. Hal ini terbukti dengan adanya berbagai aktivitas yang dijalankannya di tengah-tengah masyarakat. Di samping mengajar, ia juga dipercaya untuk menduduki sejumlah jabatan. Di antaranya adalah sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (sejak 1984), anggota Lajnah Pentashhih Al-Qur’an Departemen Agama sejak 1989. Dia juga terlibat dalam beberapa organisasi profesional, antara lain Asisten Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), ketika organisasi ini didirikan. Selanjutnya ia juga tercatat sebagai Pengurus Perhimpunan Ilmu-ilmu Syariah, dan Pengurus Konsorsium Ilmu-ilmu Agama Dapertemen Pendidikan dan Kebudayaan. Aktivitas lainnya yang ia lakukan adalah sebagai Dewan Redaksi Studia Islamika: Indonesian journal for Islamic Studies, Ulumul Qur ‘an, Mimbar Ulama, dan Refleksi jurnal Kajian Agama dan Filsafat. Semua penerbitan ini berada di Jakarta.

Di samping kegiatan tersebut di atas, M.Quraish Shihab juga dikenal sebagai penulis dan penceramah yang handal. Berdasar pada latar belakang keilmuan yang kokoh yang ia tempuh melalui pendidikan formal serta ditopang oleh kemampuannya menyampaikan pendapat dan gagasan dengan bahasa yang sederhana, tetapi lugas, rasional, dan kecenderungan pemikiran yang moderat, ia tampil sebagai penceramah dan penulis yang bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat. Kegiatan ceramah ini ia lakukan di sejumlah masjid bergengsi di Jakarta, seperti Masjid al-Tin dan Fathullah, di lingkungan pejabat pemerintah seperti pengajian Istiqlal serta di sejumlah stasiun televisi atau media elektronik, khususnya di.bulan Ramadhan. Beberapa stasiun televisi, seperti RCTI dan Metro TV mempunyai program khusus selama Ramadhan yang diasuh olehnya.

Quraish Shihab memang bukan satu-satunya pakar al-Qur’an di Indonesia, tetapi kemampuannya menerjemahkan dan meyampaikan pesan-pesan al-Qur’an dalam konteks kekinian dan masa post modern membuatnya lebih dikenal dan lebih unggul daripada pakar al-Qur’an lainnya. Dalam hal penafsiran, ia cenderung menekankan pentingnya penggunaan metode tafsir maudu’i (tematik), yaitu penafsiran dengan cara menghimpun sejumlah ayat al-Qur’an yang tersebar dalam berbagai surah yang membahas masalah yang sama, kemudian menjelaskan pengertian menyeluruh dari ayat-ayat tersebut dan selanjutnya menarik kesimpulan sebagai jawaban terhadap masalah yang menjadi pokok bahasan. Menurutnya, dengan metode ini dapat diungkapkan pendapat-pendapat al-Qur’an tentang berbagai masalah kehidupan, sekaligus dapat dijadikan bukti bahwa ayat al-Qur’an sejalan dengan perkembangan iptek dan kemajuan peradaban masyarakat.

Quraish Shihab banyak menekankan perlunya memahami wahyu Ilahi secara kontekstual dan tidak semata-mata terpaku pada makna tekstual agar pesan-pesan yang terkandung di dalamnya dapat difungsikan dalam kehidupan nyata. Ia juga banyak memotivasi mahasiswanya, khususnya di tingkat pasca sarjana, agar berani menafsirkan al-Qur’an, tetapi dengan tetap berpegang ketat pada kaidah-kaidah tafsir yang sudah dipandang baku. Menurutnya, penafsiran terhadap al-Qur’an tidak akan pernah berakhir. Dari masa ke masa selalu saja muncul penafsiran baru sejalan dengan perkembangan ilmu dan tuntutan kemajuan. Meski begitu ia tetap mengingatkan perlunya sikap teliti dan ekstra hati-hati dalam menafsirkan al-Qur’an sehingga seseorang tidak mudah mengklaim suatu pendapat sebagai pendapat al-Qur’an. Bahkan, menurutnya adalah satu dosa besar bila seseorang mamaksakan pendapatnya atas nama al-Qur’an.[4]

Quraish Shihab adalah seorang ahli tafsir yang pendidik. Keahliannya dalam bidang tafsir tersebut untuk diabdikan dalam bidang pendidikan. Kedudukannya sebagai Pembantu Rektor, Rektor, Menteri Agama, Ketua MUI, Staf Ahli Mendikbud, Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan, menulis karya ilmiah, dan ceramah amat erat kaitannya dengan kegiatan pendidikan. Dengan kata lain bahw ia adalah seorang ulama yang memanfaatkan keahliannya untuk mendidik umat. Hal ini ia lakukan pula melalui sikap dan kepribadiannya yang penuh dengan sikap dan sifatnya yang patut diteladani. Ia memiliki sifat-sifat sebagai guru atau pendidik yang patut diteladani. Penampilannya yang sederhana, tawadlu, sayang kepada semua orang, jujur, amanah, dan tegas dalam prinsip adalah merupakan bagian dari sikap yang seharusnya dimiliki seorang guru.

Karya

Yang tak kalah pentingya, Quraish Shihab sangat aktif sebagai penulis. Beberapa buku yang sudah Ia hasilkan antara lain :

  1. Tafsir Al-Manar, Keistimewaan dan Kelemahannya (Ujung Pandang: IAIN Alauddin, 1984)
  2. Filsafat Hukum Islam (Jakarta:Departemen Agama, 1987);
  3. Mahkota Tuntunan Ilahi (Tafsir Surat Al-Fatihah) (Jakarta:Untagma, 1988)
  4. Membumikan Al Qur’an (Bandung:Mizan, 1992) . Buku ini merupakan salah satu Best Seller yang terjual lebih dari 75 ribu kopi.
  5. Fatwa-Fatwa (Bandung:Mizan). Buku ini adalah kumpulan pertanyaan yg dijawab oleh Muhammad Quraish Shihab dan terdiri dari 5 seri : Fatwa Seputar Al Qur’an dan Hadits; Seputar Tafsir Al Qur’an; Seputar Ibadah dan Muamalah; Seputar Wawasan Agama; Seputar Ibadah Mahdhah.
  6. Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan (Republish, 2007)
  7. Lentera Al Qur’an : Kisah dan Hikmah Kehidupan (Republish, 2007)
  8. Mukjizat Al Qur’an : Ditinjau dari Aspek Kebahasaan, Aspek Ilmiah, dan Pemberitaan Gaib (Republish, 2007)
  9. Secercah Cahaya Ilahi : Hidup Bersama Al-Quran (Republish, 2007)
  10. Wawasan Al Qur’an: Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat (Republish, 2007)
  11. Haji Bersama M. Quraish Shihab
  12. Tafsir Al-Mishbah, tafsir Al-Qur’an lengkap 30 Juz (Jakarta: Lentera Hati)

Tausiyah Aam Amirudin

Berikut kumpulan ceramah di Masjid Daarul Ihsan GKP Telkom Bandung

aam-full-png

Dr.H.Aam Amiruddin, M.Si

Aam Amiruddin lahir di Bandung, 14 Agustus 1965. Saat ini tinggal di Bandung. E-mail: aam.amiruddin@yahoo.com. Menikah dengan Hj. Sasa Esa Agustiana, SH. Diamanahi 1 putra (Iqbal Rasyid Ridha) dan 2 putri (Tsania Shofia Afifa dan Tsalisa Syifa Afia). Pendidikan tingkat dasar di SD Pabaki I Bandung. Tingkat SLTP dan SLTA di Pesantren Persatuan Islam No. 1 Bandung.

Sedangkan pendidikan tinggi yang pernah ditempuh :
1. Diploma di Ma’had Ta’lim Lughah Al-‘Arabiyyah (LIPIA – Jakarta)
2. S1 – Fakultas Ilmu Komunikasi – Universitas Islam Bandung
3. S2 – Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung – Bidang Ilmu Komunikasi
4. S3 – Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung – Bidang Ilmu Komunikasi. Lulus dg Yudisium CumLaude.

Kegiatan kesehariannya cukup beragam; sebagai narasumber di sejumlah media cetak dan elektronik, pendidik, konsultan, jurnalis, penulis buku dan sebagai professional. Diantara kegiatannya :

1.    Narasumber acara dakwah di sejumlah TV swasta seperti TV-One, RCTI, TRANS- TV, dll.
2.    Narasumber acara Percikan Iman di Radio OZ 103,1 FM – Bandung setiap pagi jam 05.15-06.00
3.    Komisaris Utama PT. Khazanah Intelektual
4.    Direktur Utama PT. Percikan Iman Tour & Travel
5.    Ketua Pembina Yayasan Dakwah Percikan Iman
6.    Konsultan Corporate Religious di sejumlah perusahaan swasta dan pemerintah
7.    Dosen Luar Biasa pada Program Pascasarjana Universitas Islam Bandung
8.    Telah menulis lebih dari selusin buku, diantaranya:

  • Tafsir Kontemporer Juz ‘Amma (3 jilid) (Terbit thn. 2004, 956 hal.)
  • Bedah Masalah Kontemporer (2 jilid) (Terbit thn. 2005, 542 hal.)
  • Dzikir Orang-Orang Sukses (Terbit thn. 2008, 250 hal.)
  • Kunci Sukses Meraih Cinta Illahi (Terbit tahun 2008 , 240)
  • Sudah Benarkah Shalatku? (Terbit tahun 2008, setebal 274)
  • Melangkah ke Surga dengan Shalat Sunat (Terbit tahun 2009, 160 hal)
  • Ketika Shofie Bertanya (Buku For Teenager) (Terbit 2005, 172 hal.)
  • Menelanjangi Strategi Jin (Terbit 2005, 200 hal.)
  • Doa Orang2 Sukses (Terbit 2004, 128 hal.)
  • Seks Tak Sekadar Birahi-ditulis bersama dr. Hanny Ronosulistyo- (Terbit 2005, 216 hal.)
  • Kehamilan yang Didamba-ditulis bersama dr. Hanny Ronosulistyo- (Terbit 2007, 132 hal.)
  • Cinta dan Seks Rumah Tangga Muslim – ditulis bersama dr. Untung Sentosa-(Terbit 2006, 226 hal.)
  • Anak anda bertanya seks? -ditulis bersama Dra. Alfa Handayani-(Terbit 2008, 160 hal.)
  • Membingkai Surga Dalam Rumah Tangga-ditulis bersama Priyatna Muhlis-(Terbit 2006, 194 hal.)

Tausiyah Abu Syauqi

Abu Syauqi

Abu Syauqi Dai Entreprenuer Sejati
Oleh : Adi Supriadi | 05-Jul-2008, 10:53:37 WIB

KabarIndonesia – Abu Syauqi dilahirkan dengan nama Deni Triesnahadi. Pria ini lahir di Bandung pada tanggal 11 Februari 1968 dari Pasangan Enden Dewi dan Eddy Affandy. Kemudian ia menikah dengan Siti Sumandari dan dikaruniai lima orang putra dan satu orang putri.

Abu Syauqi menemukan Islam dengan cara yang unik. Ia menemukannya di Pengadilan Negeri Bandung. Suatu ketika, dia ‘bolos’ dari sekolahnya SMPN 13 Bandung karena tertarik menonton persidangan aktivis Islam di Pengadilan Negeri Kelas I di jalan Riau. Kasus tersebut melibatkan tokoh-tokoh Darul Islam tahun 1980-an dan Komando Jihadnya sedang disidangkan.

Tak puas menonton sidang, Abu Syauqi juga rajin membaca tulisan-tulisan tentang para aktivis yang tengah disidang. Itulah awal Abu Syauqi tertarik untuk mempelajari Islam, agama yang sudah ia anut sejak lahir.

Sehingga usianya menginjak bangku SMA, Abu Syauqi menjadi remaja yang senang ke mesjid dan aktif kegiatan keagamaan serta rajin melakukan bakti sosial.

Bahkan pernah suatu ketika Abu Syauqi dan anggota remaja mesjid lainnya mengumpulkan pakaian dan makanan untuk dibagikan ke masyarakat miskin di Tegallega.

Kemudian Abu Syauqi dan teman-temannya meringkuk di penjara Garnisun dengan alasan “Dilarang membagi-bagikan makanan di daerah miskin oleh masjid tanpa ada penjelasan mengapa”. Maklum, saat itu adalah jaman Orde Baru (Orba), segala kegiatan serba diawasi.

Pengalaman masa muda, membuat Abu Syauqi sangat peduli terhadap masyarakat sekitarnya. Hal itu Abu Syauqi buktikan dengan membangun Dompet Sosial Ummul Quro (DSUQ) pada 2 Juli 1998. Tujuannya, agar harta masyarakat yang kaya bisa dibagikan pada masyarakat kurang mampu dalam bentuk zakat.

Hal ini merupakan salah satu solusi konkrit pemberantasan kemiskinan. Kemudian, DSUQ berubah nama menjadi Rumah Zakat Indonesia DSUQ seiring dengan turunnya SK Menteri Agama RI No. 157 pada tanggal 18 Maret 2003 yang mensertifikasi organisasi ini sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional.

Menurut Abu Syauqi, lembaga zakat sangat pas untuk membantu masyarakat miskin. Hanya saja, saat ini masalah kepercayaan terhadap lembaga amil zakat ini membuat masyarakat ragu untuk menyalurkan zakatnya.

”Hal ini bisa dimengerti, karena di masa Orde Baru dulu, lembaga amil zakat memang dinilai kurang amanah,” ujarnya.

Sampai saat ini beberapa sekolah gratis sudah di bangun, rumah bersalin gratis, serta layanan serba gratis lainnya. Bahkan lebih dari 13.000 anak yatim dan dhuafa di seluruh indonesia sudah tersantuni biaya sekolah dan kebutuhannya.

Itulah Abu Syauqi, sosok enterpreneur yang berjiwa sosial. Perpaduan yang sempurna. Beliau tidak akan bisa tenang, jika orang-orang di sekelilingnya berada dalam kemiskinan dan kedzholiman.

Berbekal pengalaman dan keinginan untuk saling berbagi membuat beliau ingin berkontribusi lebih konkrit untuk Kota Bandung, kota kelahirannya.

Walaupun DPD PKS baru menghubungi beliau beberapa jam sebelum Deklarasi, dengan semangat juang yang tinggi beliau menerimanya.

PKS menilai Abu-Syauqi adalah pasangan yang cocok untuk Dr.H. Taufikurahman. Dr. Taufik, Akademisi dan aktivis lingkungan, serta Abu Syauqi pengusaha dan aktivis sosial merupakan perpaduan yang mantap untuk memberikan pencerahan bagi Kota Bandung.

Audio Ceramah Ustadz Abu Syauqi di masjid Daarul Ihsan GKP Telkom Bandung.

Iwan Fals : 3 Bulan

IwanFalsFan

Album ini berisi lagu baru yaitu ‘3 Bulan’ dinyanyikan oleh Iwan Fals, ‘Tengkulak’ oleh Totok Gunarto, ‘Model Gombrang’ juga oleh Totok Gunarto dan ‘Surat Dari Paman Di Desa’ oleh Helmie. Selebihnya diisi lagu-lagu dari album ‘Perjalanan’

04.iwan_fals3 bulan

  1. 3 Bulan (Iwan Fals) – Iwan Fals
  2. Surat Paman di Desa (Helmie) – Helmie/Iwan Fals
  3. Tengkulak (Totok G) – Totok G
  4. Imitasi (Iwan Fals) – Iwan Fals
  5. Model Gombrang (Totok G) – Totok G
  6. Mak (Iwan Fals) – Iwan Fals
  7. Pemborong Jalan (Iwan Fals) – Iwan Fals
  8. Gaya Travolta (Helmie) – Helmie
  9. Bencana alam (Totok G) – Totok G/Iwan Fals
  10. Kan Adakah

Enjoy


Helmie

Iwan Fals : Canda dalam Ronda

Masih bersama ABC Records, Iwan diberikan sebuah album penghargaan karena dia telah memenangi lomba musik humor. Album ini hanya berisi 4 buah lagu yang diambil dari album Canda Dalam Nada yang semuanya dinyanyikan oleh Iwan Fals dan dibantu GM Selo (Gerak Musik Seloroh) juara lomba lawak mahasiswa yang anggotanya adalah Pepeng, Krisna Abu, Bang Nana, Mas Taufik. Nama Iwan Fals di sini ditulis dengan ejaan “Iwan Fales”. Dan cover album ini yang berupa karikatur digambar oleh Dwi Koen seorang kartunis yang terkenal dengan tokoh karikatur Panji Koming. Semua debut Iwan Fals bersama ABC Records tidak lepas dari peran Arwah Setiawan (http://www.iwanfals.co.id/iwan/diskografi)

02.iwan-fals-canda dalam ronda-crop

Semua lagu karya Iwan Fals & G.Gm. Selo

  1. DONGENG TIDUR
  2. KOPRAL
  3. AMBULAN ZIG-ZAG
  4. JONI KESIANGAN

Nikmati Disini

Iwan Fals : Perjalanan

Dari IwanFalsMania

Bersama grup bandnya yang bernama Amburadul, dapat dikatakan ini adalah album pertama Iwan Fals, seluruhnya berisi lagu baru dengan single hits lagu ‘Perjalanan’. Album ini dikerjakan dengan profesional. Aroma Bob Dylan sangat kental disini ditambah dengan suara Iwan yang ‘nyempreng’ dan irama country ballads sangat sesuai dengan lirik yang sangat sosial. Pada album ini nama Helmie dan Totok Gunarto bernyanyi pada beberapa lagu seperti Alasan, Ibu, Gaya Travolta dan Inspirasi. Namun sayangnya album ini dapat dibilang gagal dipasaran. Album ini adalah lanjutan dari kontrak dengan LHI untuk mengorbitkan pemenang lomba musik humor. ABC records rupanya masih ragu-ragu mengorbitkan Iwan Fals yang menyanyikan lagu dengan lirik sosial, karena pada saat itu yang memiliki nilai jual tinggi adalah lagu-lagu yang bernuansa cinta.

3.Iwan_fals_-_perjalanan

Lagu-lagu dalam album ini adalah :

  1. Perjalanan
  2. Aku Berjalan
  3. Pemborong Jalan
  4. Mak
  5. Wanita Tiruan
  6. Bencana Alam
  7. Alasan
  8. Inspirasi
  9. Gaya Travolta
  10. Ibu

Selamat Menikmati

Iwan Fals : Canda Dalam Nada

Sesuai dengan janjinya, pemenang lomba musik humor akan dibuatkan album sendiri. LHI bersama ABC Records menerbitkan album solo ini dari rekaman live pada acara lomba. Pada album ini nama Iwan Fals diubah, kalau sebelumnya memakai nama Iwan False, diganti menjadi Iwan Fales (http://www.iwanfals.co.id/iwan/diskografi)

01.canda-dalam-nada

  1. GENERASI FRUSTASI (Iwan Fals) – Iwan Fals
  2. DONGENG TIDUR (Iwan Fals) – Iwan Fals
  3. IMITASI     (Iwan Fals) – Iwan Fals
  4. KISAH MOTORKU (Iwan Fals) – Iwan Fals
  5. JOHNI KESIANGAN (Iwan Fals) – Iwan Fals
  6. PENGAMEN (Tom Slepe) – Tom Slepe
  7. JAMAN EDAN (Tom Slepe) – Tom Slepe
  8. PIE-PIE     (Pusaka Jaya) – Pusaka Jaya
  9. DISCO CANGKELING (Pusaka Jaya) – Pusaka Jaya

Coba dengerin

MANDUL

Album kompilasi Rhoma Irama dan Elvie Sukaesih.

Mandul

  1. Mandul
  2. Air mata darah
  3. Mimpi Buruk
  4. Pedih
  5. Sedingin Salju
  6. Malam Terakhir
  7. Ani
  8. Kejam
  9. Tak Tega
  10. Datang untuk Pergi
  11. Rujuk
  12. Gelandangan
  13. Surat Cerai
  14. Terpaksa
  15. Kubawa
  16. Syahdu
  17. Cukup Sekali
  18. Sebuah Nama
  19. Penasaran
  20. Tanda Merah

Selamat menikmati di Side A, Side B

Rhoma Irama : Haram 90

Album lama dengan lagu-lagu yang diaransemen ulang. Rhoma berduet dengan Noer Halimah.

Haram 90

  1. Haram
  2. Mutiara Hidupku
  3. Rupiah
  4. Kegagalan Cinta
  5. Begadang
  6. Darah Muda
  7. Siapa
  8. Piano
  9. Biduan
  10. Gelandangan

Silahkan Menikmati, Side 1 dan Side 2

Rhoma Irama : Pop Indonesia Vol. 1

Berikut saya share lagu-lagu pop Rhoma Irama :

oma-pop remaja

  1. Remaja
  2. Naviri Cinta
  3. Bulan
  4. Luka Derita
  5. Saling Percaya
  6. Sepi
  7. Jangan Membisu
  8. Panorama
  9. Mengapa

Selamat Menikmati